5.10.05

Si Pencuri Kue

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam,
Masih ada beberapa jam sebelum jam terbangnya tiba.
Ia berburu mencari sebuah buku di toko bandara,
Membeli sekantung kue dan menemukan tempat duduk.

Ia terbenam dalam bukunya, tapi kebetulan melihat,
Bahwa lelaki disebelahnya , dengan begitu berani,
Mengambil satu kue atau dua dari kantung di antara mereka,
Ia mencoba mengabaikan, agar tak terjadi keributan.

Ia membaca, menguyah kue dan melihat jam,
Sementara si "pencuri kue" yang pemberani menghabiskan
persediannya.
Ia makin kesal sementara menit-menit berlalu.
Berpikir, "Kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia!"

Setiap kali ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil
satu.
Ketika hanya satu kue yang tersisa, ia bertanya-tanya apa yang
akan dilakukan lelaki itu.
Dengan senyum diwajahnya dan tawa gugup,
Si lelaki mengmbil kue terakhir dan membaginya dua.

Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan
yang separonya lagi.
Si wanita merebut kue itu dari tangannya dan berpikir, "Ya ampun,
orang ini berani sekali, dan ia juga kasar,
Malah, ia kelihatan tidak berterima kasih!"

Belum pernah ia rasanya begitu kesal.
Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan.
Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang,
Menolak untuk menoleh pada si "pencuri tak tahu terima
kasih."

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya,
Lalu mencari bukunya yang hampir selesai.
Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget.
Di situ ada kantung kuenya, di depan matanya!

"Kalau milikku ada disini," erangnya dengan patah hati,
"Jadi yang itu miliknya, dan ia mencoba berbagi!"
Terlambat untuk minta maaf, ia tersadar dengan sedih,
Bahwa dialah yang kasar, tak tahu terima kasih, dan pen-
curi!

No comments: