3.10.05

Suatu Senja di Sebuah Taman

Suatu saat seorang anak kecil ingin bertemu dengan Tuhan. Ia tahu tempat tinggal Tuhan sangat jauh. Maka ia memasukkan kue dan enam kaleng root bear kedalam tasnya dan memulai perjalanannya.

Dalam perjalanan ia merasa sangat lelah, sehingga ia berhenti untuk duduk di taman dan menikmati bekalnya. Ketika ia mengeluarkan kuenya, ia melihat seorang nenek duduk di dekatnya sedang mengamati burung merpati. Nenek itu kelihatannya lapar, maka ia menawarkan sepotong kuenya. Nenek itu menerima dengan senang hati dan memberikan sebuah senyuman. Begitu manisnya senyuman Nenek itu sehingga membuat anak itu ingin melihatnya lagi. Maka ia memberikan lagi sekaleng root beernya dan Nenek itu menghadiahinya senyum yang begitu lebar.

Sepanjang sore mereka duduk berdua tanpa berkata-kata. Ketika hari mulai gelap, karena merasa amat lelah, sang anak beranjak ingin pulang. Namun setelah beberapa langkah, anak itu berbalik dan berlari ke arah sang Nenek dan memeluk Nenek itu dengan penuh kasih sayang. Sebelum ia berpaling untuk pergi, sang Nenek menghadiahinya senyuman manis yang paling lebar.

Ketika membuka pintu rumahnya, ibu sang anak terkejut melihat wajah anaknya yang begitu ceria. Sang ibu bertanya pada anaknya, “Apakah yang kau lakukan hari ini sehingga membuatmu begitu bahagia?”. Sang anak dengan semangat menjawab, “Aku makan siang dengan Tuhan. Sebelum sang ibu berkata lagi, anak itu menambahkan, “Tahu tidak, ia memiliki senyuman paling indah yang pernah kulihat”.

Begitu pula sang Nenek. Ketika ia membuka pintu rumahnya, anaknya melihat ibunya sangat bahagia dan bertanya padanya, “Bu, apakah yang kau lakukan sehingga membuatmu kelihatan sangat bahagia?”. Sang Nenek dengan mata berbinar-binar menjawab, “Aku makan siang dengan Tuhan di taman”. Dan sebelum anaknya bertanya lagi padanya, ia berkata, “Dan tahu tidak, ia jauh lebih muda dari yang kubayangkan”.

No comments: