22.8.07

Bias

Pedih rasanya mendapati hatiku sendiri tersayat sembilu,
Padahal dulunya tak beigini.
Hidupku sempurna.
Ah...itu ternyata hanya impian belaka...



Seperti anak kecil dengan mainan impainnya,
Begitulah aku bermain-main dengan hidup.
Kesana, kemari, berlarian tanpa beban
Berjalan seolah hidup ini terlalu indah
Untuk dibiarkan berjalan tanpa ada hentakan cepat.

Padahal, akhirnya kusadari, itulah yang aku butuhkan selama ini.
Berjalan pelan dan mengamati...
Hidupku sempurna.
Ah...itu ternyata hanya impian belaka.

Berjalanlah dengan semangat,
Jangan tangung-tanggung terhadap dirimu.
Jangan biarkan dirimu hanya mengikuti
Tapi jadilah penentu arah
Agar kau selalu berada di depan

Padahal, akhirnya kusadari, itulah yang aku butuhkan selama ini.
Sesekali jadilah yang mengikuti...
Hidupku sempurna.
Ah...itu ternyata hanya impian belaka.

Aku tahu,
Itu adalah hakmu untuk menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan,
dengan riap-riap kecepatan,
dan dengan semangat yang terus menggebu-gebu.
Namun ada beberapa hal yang perlu kita ingat,
Kedamaian dan ketenangan tanpa terburu-buru,
Membiarkan orang lain ikut ”terlihat” dalam alur hidup kita
Akan menjadikan hidup kita lebih bermakna dan berkembang,
Karena kita tidak sendiri.

No comments: