22.8.07

Legenda Pohon Bambu

Alkisah suatu saat, tumbuhlah serumpun pohon bambu dilereng bukit. Diatara banyak batang-batangnya, ada sebatang bambu yang paling indah sedang berayun-ayun dengan anggun dan riang karena tertiup angin dari bukit sebelah. Tampak dari jauh sangat mengagumkan untuk dilihat



Kemudian datang seorang pria, dengan mebawa pemotong bambu. Terlihat dengan sangat antusias dan teliti, ia seakan sedang mencari sesuatu yang terbaik diantara ribunan pohon bambu tadi.

Setelah menimbang-nimbang dan berpikir sesaat, pria itu memutuskan untuk menebang salah satu batang bambu yang diperlukannya.

Sang bambu yang indah tertegun sejenak menyadari bahwa ialah yang dipilih oleh sang pria.

Dengan perlahan, sang bambu berkata pada sang pria, ” Sebelum Engkau menebangku Pak Tua, ada satu permintaan terakhir dariku untukmu”.

Sang pria menjawab dengan bijak, ”Apakah itu?”.

” Aku adalah bambu terindah di serumpunan ini. Engkau boleh membawaku, gunakanlah aku sesuai keinginanmu. Tapi janganlah engkau membelah tubuhku yang indah ini”, demikian sang bambu berkata.

”Namun agar dapat bermanfaat bagiku, engkau harus kubelah...”, jawab Pak Tua.

Mendengar jawaban Pak Tua, sang bambu berayun-ayun dengan sedih dan berduka. Angin lembut bersemilir disekitarnya. Kemudian, sambil membungkuk dan berbisik, akhirnya sang bambu berkata, ”Baiklah Pak Tua, jika itu yang harus kau lakukan. Tebanglah aku”.

Pak Tua pun menebang bambu yang indah itu, membawanya ke desa. Bambu itu kemudian dibelah dan diletakkan diantara sumber air dan desa, untuk mangaliri desa, membawa kehidupan dan kesegaran baru.

Seringkali agar kita dapt berguna bagi sekitar kita, kita harus merelakan diri untuk ”dibelah” oleh sang Arsitek Agung.

No comments: