17.9.07

..

Jangan pernah berpisah tanpa ungkapan
Kasih sayang untuk dikenang
Mungkin saja perpisahan itu
Ternyata untuk selamanya
- Jean Paul Richter


Type the rest of your post here.

selengkapnya...

.

Kebahagiaan tersebar dalam hidup
Adalah rasa pasti bahwa kita dicintai

- Victor Hugo

selengkapnya...

.

Mencintai dan dicintai
Adalah merasakan kehangatan matahari
Dari kedua sisi
- David Viscott

selengkapnya...

13.9.07

~---~

Hanya dengan mencintailah
Kita dapat belajar mencintai

- Irish Murdoch

selengkapnya...

*-*

Genta bukanlah genta sebelum dibunyikan
Lagu bukanlah lagu sebelum dinyanyikan
Cinta di sanubari bukanlah untuk dipendam
Cinta bukanlah cinta sebelum dipersembahkan.


- Oscar Hammerstein

selengkapnya...

Berkorban Demi Teman

Kisah ini diceritakan pada suatu hari Minggu oleh seorang pendeta tua. Kisahnya benar-benar terjadi, ketika pendeta itu melakukan dinas militer.

Pada suatu hari sersan pelatih muncul dan tiba-tiba mencampakkan sebuah granat tangan ke tengah-tengah sekelompok prajurit muda. Mereka lari berpencar, buru-buru mencari perlindungan. Sersan itu lantas mengatakan bahwa granat itu tidak ”hidup” dan ia Cuma ingin


melihat reaksi mereka. Keesokan harinya seorang prajurit yang baru masuk menggabungkan diri ke kelompok itu. Sersan pelatih mengatakan kepada mereka agar jangan memberi tahu prajurit baru itu tentang apa yang akan terjadi. Sewaktu sersan itu kemudian muncul dan melemparkan granat ke tengah-tengah mereka, prajurit baru itu, yang tidak tahu bahwa granat itu takkan meledak, buru-buru menjatuhkan diri diatas granat agar ledakannya tidak mencederai rekan-rekannya. Ia mau berkorban demi keselamatan rekan-rekan sesama prajurit.

Tahun itu ia dianugerahi satu-satunya medali untuk keberanian dan ketabahan yang diberikan bukan pada waktu perang.

selengkapnya...

8.9.07

My Best Friend

Ini adalah pengakuan, pujian, ucapan terima kasih, ungkapan rasa hormat, kekaguman, dan bukti cinta seorang suami kepada istrinya, yang kemudian dituangkan dalam sebuah lagu yang sangat mealting heart...


You placed gold on my finger
You brought love like I never know
You gave life to our children
And to me, a reason to go on

When I need hope, an inspiration
You're always strong when I'm tired and weak
I could search this whole world over
You're still everything that I need

You're my bread, when I'm hungry
You're my shelter, from trouble winds
You're my anchor, in life's ocean
But most of all,
You're my best friend...

selengkapnya...

......

Jika Anda menemukan Allah dengan sangat mudah, mungkin yang Anda temukan bukanlah "Allah" - Thomas Merton

"Seorang filsuf pernah bertanya, "Dimana Allah?"
Orang Kristen menjawab, "Izinkanlah saya bertanya dulu kepada Anda, dimana Allah tidak ada?" - John Arrowsmith

selengkapnya...

Filosofi Jeruk Nipis

Dunia ini begitu kejam, sehingga jika disakiti, hatimu akan terasa seperti teriris-iris dan ditetesi jeruk nipis. Namun jangan khawatir, dengan begitu, engkau akan menjadi lebih "matang"...

selengkapnya...

Filosofi Garrow

Jangan biarkan siapapun menguasai pikiran atau tubuhmu. Jagalah agar pikiranmu tidak terpengaruh.
Seseorang bisa jadi merdeka tetapi lebih terkekang dari pada budak.
Berikan telingamu pada orang-orang, tapi

jangan berikan hatimu.
Tunjukan penghormatan pada mereka yang berkuasa, tapi jangan mengikuti dengan membabi buta.
Nilailah dengan logika dan pertimbangan, tapi jangan berkomentar..

selengkapnya...

telanjanglah untukku

Apa yang kamu ketahui tentang telanjang? Apakah telanjang itu tak lebih dari sekedar tampilan vulgar yang memancing ”naluri liar” kita..? Kalau jawaban Anda iya, selamat, berarti anda adalah satu dari sekian banyak orang normal yang selalu tertarik dengan hal-hal yang berbau vulgar. Tak ada salahnya kita sebagai manusia normal, yang memiliki hasrat dan naluri (walaupun terkadang ada sedikit naluri kebinatangan..),


karena tanpanya, hidup kita akan hampa. Tidak ada kehangatan dan gairah yang membantu kita melewati hari-hari kita. Tak ada pesona lebih yang dapat kita rasakan apabila kita mencoba menampik bahwa kita sebagai manusia biasa menolak untuk merasa terpacu (kalau tidak ingin dikatakan terangsang..) dengan hal-hal yang berbau telanjang dan vulgar.

Aku sempat mencoba melakukan survey kecil-kecilan untuk mencari tahu, seberapa jauh pemahaman manusia mengenai kata telanjang. Walaupun hasilnya sepertinya sudah kasat mata (bahkan sebelum saya berpikir untuk melakukan survey..), namun saya mencoba melihat sisi lain dari pandangan teman-teman dekat saya. Aneh juga, saya yang biasanya begitu pendiam, tertutup, introvert, pemalu, dan segala tetek bengek psikologis (saya mengetahuinya dari psikolog saya, dr. Dickson L) tiba-tiba menanyakan hal yang bagi sebagian orang (setidaknya di domisili sekitar saya) sangat tabu untuk dibicarakan. Saya pun menjawab, hanya untuk bahan perenungan.

Latar belakang responder (terlalu pro..) yang bermacam-macam menjadikan beragam tanggapan mengenai ”telanjang”. Tua dan muda, pekerja dan pengangguran, laki-laki dan perempuan, telah saya tanyai. Sangat menarik, walaupun banyak yang boleh dikatakan berpikiran ”dangkal”, namun ternyata masih ada juga pribadi-pribadi yang mempunyai pandangan ”sangat tabu” tentang telanjang untuk dibicarakan. Ketika ditanyakan pendapatnya tentang telanjang, salah seorang responden saya (dan akhirnya orang ini menjadi teman karib saya) mengatakan bahwa baginya seseorang dikatakan telanjang apabila ia hanya mengenakan kaos singlet atau tanpa lengan, bahkan walaupun jika ia mengenakan celana panjang. Ia selalu menganggap rendah pribadi yang berpakaian terlalu ”terbuka” (pandangan yang kejam, namun harus saya akui, saya menyetujuinya).

Bagi saya pribadi, menyenangkan rasanya melihat kenyataan ini. Artinya, tradisi kita sebagai bangsa timur yang menghormati hal-hal tabu masih meninggalkan bekas yang mungkin saja bisa membawa kembali generasi muda kita untuk tidak terlindas arus modernisasi yang seperti pedang bermata dua, meningkatkan kualitas dan kompetensi manusia, namun juga menghancurkan nilai-nilai tradisi bangsa itu sendiri...


selengkapnya...